Salve Agung dan Pemberkatan Sarana Liturgi Menjelang Tahbisan 9 Imam Baru KAE
Mautapaga, 28 September 2026 — Suasana penuh syukur menyelimuti umat Gereja Katolik Santo Yosef Freinademetz Mautapaga, Keuskupan Agung Ende. Ratusan umat Katolik bersama para klerus, biarawan dan biarawati menghadiri Ibadat Salve Agung sebagai bagian dari persiapan rohani menjelang Tahbisan Sembilan Imam Baru Keuskupan Agung Ende (KAE).

Ibadat Salve Agung dipimpin oleh Pater Irminus S. Liko, OCD, pada Senin (28/9/2026), dalam rangkaian persiapan rohani menjelang tahbisan sembilan imam baru. Dalam homilinya, Pater Irminus mengungkapkan bahwa menjadi imam merupakan panggilan sebagai rahmat dari Allah untuk melayani semua orang dengan kasih, tanpa diskriminasi, dan bukan untuk menguasai.
“Menjadi imam harus peka terhadap kesulitan umat, pembawa kebaikan, dan saksi rekonsiliasi. Seperti Musa yang tekun mendoakan umatnya, seorang imam harus setia dalam doa dan bersatu dengan Kristus. Dengan demikian, pelayanannya menghasilkan buah kasih dan kebaikan bagi banyak orang,” ungkapnya.
Perayaan Salve Agung menjelang Tahbisan Sembilan Imam Baru Keuskupan Agung Ende yang akan berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, di Paroki Mautapaga ini mengusung tema “Berakar dalam Kristus, Melayani dalam Kerahiman-Nya.”
Menurut tradisi Gereja Katolik, perayaan Salve Agung dan pemberkatan sarana liturgi menjadi kesempatan bagi umat untuk mendoakan perjalanan panggilan para calon imam. Tahbisan imam bukan sekadar sebuah perayaan seremonial, melainkan sebuah peristiwa iman yang menandai kesediaan seseorang menyerahkan hidupnya bagi Kristus dan pelayanan kepada umat.
Salve Agung merupakan ibadat resmi Gereja yang digelar sebagai persiapan rohani terakhir bagi para calon imam, yakni para diakon, sebelum menerima Sakramen Imamat. Perayaan ini diisi dengan puji-pujian, adorasi Sakramen Mahakudus, serta penyerahan diri para calon imam kepada perlindungan Bunda Maria.
Usai perayaan Salve Agung, dilanjutkan dengan pemberkatan peralatan misa dan busana liturgis yang akan digunakan oleh para diakon setelah mereka ditahbiskan menjadi imam.

Uskup Agung Ende Berkat Peralatan Misa dan Busana Liturgis Imam Baru
Dalam rangkaian Salve Agung menjelang Tahbisan Sembilan Imam Baru KAE, Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, memberkati peralatan misa dan busana liturgis yang akan digunakan oleh para diakon ketika mereka telah menerima Tahbisan Imamat.
Peralatan misa dan busana liturgis tersebut telah disiapkan dan diletakkan di depan altar untuk diberkati. Peralatan yang diberkati meliputi piala, patena, kasula, dan stola yang nantinya digunakan dalam pelayanan liturgis para imam baru.
Pemberkatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menuju tahbisan. Sarana-sarana tersebut dipersiapkan untuk mendukung para imam baru dalam melaksanakan tugas pelayanan mereka, khususnya dalam perayaan Ekaristi dan pelayanan liturgis lainnya.
Suasana Salve Agung semakin khidmat dan penuh makna dalam nuansa alunan lagu-lagu pujian yang dibawakan dengan anggun oleh anggota koor Spiritus Sanctus. Lagu-lagu tersebut turut mewarnai rangkaian adorasi Sakramen Mahakudus.

Melalui momen Salve Agung ini, Gereja kembali diingatkan akan penyertaan Tuhan yang tidak pernah putus dalam menumbuhkan dan memelihara benih-benih panggilan.
Sembilan Diakon yang Akan Ditahbiskan Menjadi Imam
Sembilan diakon yang akan menerima Tahbisan Imam Baru Keuskupan Agung Ende pada Selasa, 29 September 2026, adalah:

- Diakon Adelbertus Pontius Dhea
- Diakon Andreas Yohanes Lako Ghao
- Diakon Hyasintus Godo Ugha
- Diakon Kornelius Afran Guru
- Diakon Zakarias Gusti Jata
- Diakon Fedianus Son, OCD
- Diakon Fortunatus Nikolaus Lakus, OCD
- Diakon Silvester Deu, OCD
- Diakon Yanuarius Mere, OCD
(Flo’NZ)
